Kamis, 01 September 2011

Lebaran tidak ceria (U.U)

Salah satu hal yang paling menyakitkan adalah ketika kamu melihat,mendengar dan merasakan hati  dan pikiran orang-orang yang kamu sayangi tersakiti,termasuk dirimu sendiri.
Mungkin ya,saya termasuk golongan anak durhaka terhadap orang tua,tapi disini saya berani mengatakan bahwa saya mengerti bagaimana seorang anak yang sebelumnya baik-baik saja sampai nekat membunuh orang tuanya.saya paham betul bagaimana rasanya.
Dari saya kecil sampai saya seusia ini (23 thn) saya selalu melihat,mendengar ,merasakan hati dan pikiran yang tersakiti oleh orang tua saya sendiri.saya sedih,hati saya hancur,pikiran saya kacau ya Allah.
Ya Alllah, bahkan saya tdak tahu apa isi hati saya sebenarnya,terlalu banyak keragu-raguan didalamnya yang saya sendiri tidak paham.
Ya Allah, saya sadar saya bukannlah hamba yang taat, akan tetapi saya juga bukan tidak mengerti agama MU,saya hanya kurang melaksanakan apa yang Engkau perintahkan
Ya Allah, saya mohon, bukakannlah pintu hati papa saya, agar dia bisa lebih bijaksana menyikapi semuanya. Dia selalu merasa tersakiti oleh anak isitrinya, akan tetapi sebenarnya tidak seperti itu juga. Segala sesuatu ada sebab dan akibatnya, mungkin yang dia alami itu adalah dari akibat yang disebabkan oleh sikapnya sendiri yang jahat terhadap kami semua.
Ya Allah, Engkau tahu betapa sakitnya hati saya sekarang ini
Betapa hancurnya perasaan saya sekarang  ini
Betapa kacaunya pikiran saya sekarang ini
Saya sedikit banyak sudah berusaha sebaik mungkin menjaga perasaannya selama ramadhan ini,walaupun sya sendiri tidak yakin ikhlas atau tidak melakukannya. Tetapi semuanya di putar balikkan oleh nya ya Allah.
Ya Allah, Engkau Maha Melihat, di hari yang fitri ini, dia masih belum juga membukaan pintu hatinya, saya sudah minta maaf, saya sudah cium tangannya, saya sudah cium pipi kanan kirinya,tapi apa ya Allah??? Dia masih jahad sama saya!
Hati saya sakit ya Allah.
Sakit banged.
Saya iri kepada siapa saja yang memiliki keluarga utuh,saya iri ya Allah,saya iri !!
Maaf. . .hanya itu yang bisa saya ucapkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar